Batagak Gala dan Pati Ambalau di Jorong Panti Nagari Rambatan, 12 Datuk Dikukuhkan - Sonata | Moving for Education

Breaking

Post Top Ad


Post Top Ad

Selasa, 28 Juli 2026

Batagak Gala dan Pati Ambalau di Jorong Panti Nagari Rambatan, 12 Datuk Dikukuhkan

SONATA.id -- Sabtu (25/7/26) bertempat di Jorong Panti, Nagari Rambatan  Kabupaten Tanah Datar, digelar alek Batagak Gala dan Pati Ambalau

 

 

Dua belas orang Datuak yang dilewakan gelarnya. (Foto: Dok. Pribadi)

Acara yang berlangsung selama dua hari (25-26 Juli) itu, mengusung tema 'Mampaarek Nan Lungga, Mangumpuan Nan Taserak'.

 

Sebanyak 12 panghulu yang berasal dari lima suku yaitu Mandaliko Tabek Patah, Mandaliko Tabek Budua, Mandaliko Batu Larangan, Mandaliko Tabek Gadang, dan Sumagek Batu Diateh, mengikuti pawai dan arak  arakan di Jorong Panti tersebut.

 

Panghulu yang dilewakan sebagai Datuak di antaranya, Adi Putra Dt. Rajo Dubalang, Jonnes Dt. Palang Kayo, Kapten Kav. (Purn) Syamsinir Dt. Alang Gumanti, dan Yusbar Dt. Gindo Kayo, Muhammad Salim Dt. Panghulu Sutan.

 

Selain itu, ikut dilewakan gelar penghulu Getrizal Dt. Pandeka Sutan, Dafrizal Dt. Monti Basa, Harry Aldi Dt. Gindo Malano, Edi Masrizon Dt. Rangkayo Batuah, Zulfendri Dt. Jonang Sati, dan Peni Arli Dt. Malin Panghulu, serta Ali Ambran Dt. Malin Kayo.

 

Jonnes Datuak Palang Kayo, penghulu suku Sumagek Batu Diateh bersama Nelfi Sonata, S.Pd, Bundo Kanduang suku Sumagek Batu Diateh.

Pada kesempatan itu, Nelfi Sonata, S.Pd, Bundo Kanduang suku Sumagek Batu Diateh mengatakan kepada awak media, proses malewakan gelar Datuak tersebut merupakan prosesi adat yang memang telah menjadi adat dan budaya di Minangkabau. 

 

"Dengan prosesi ini, semua orang akan mengetahui sesiapa saja pemangku adat yang dilantik dan dikukuhkan," sebutnya.

 

Kegiatan Alek Batagak Gala dan Pati Ambalau ini menjadi momentum yang penting untuk memperkuat persatuan kaum

 

Kegiatan ini, bukan sekadar prosesi adat untuk mengangkat gelar penghulu, tapi menjadi bagian dalam membangun kembali solidaritas kaum, sekaligus memperkuat eksistensi adat sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad