ada jalan yang selalu mengarah pada pulang,
meski kaki telah lupa bagaimana rasanya kembali
sebab terkadang, rumah bukanlah alamat,
melainkan seseorang
"yang diam-diam disimpan oleh rindu"
sejak itu, ia menjadi musim
yang tak mengenal akhir
ia turun perlahan,
menyelinap ke sela napas,
mengendap dalam diam,
tumbuh menjadi hujan
yang tak pernah selesai jatuh
dan ketika sepi datang tanpa permisi,
aku tak lagi melawannya.
kuberi ia tempat duduk di sampingku,
untuk bercerita tentang sunyi
lalu di sini, di setiap langkah gamang
aku mendengar gema yang terus berulang
memanggil namamu dari kejauhan,
seolah luka memiliki suara
(Penulis: anonim)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar