SONATA.id – Badan Bahasa Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI, terus dorong penguatan literasi sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui diseminasi program penerjemahan dan diskusi, bertajuk Transformasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Era Digital yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini mempertemukan pendidik, pegiat literasi, pegiat bahasa, dan berbagai pemangku kepentingan. Gelaran tersebut ditujukan memperluas pemahaman mengenai program penerjemahan sekaligus pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), dalam pembelajaran bahasa dan sastra.
Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan, Badan Bahasa saat ini menjalankan empat program prioritas, yaitu pemartabatan bahasa dan sastra Indonesia, penguatan kecakapan literasi, pelestarian bahasa dan sastra daerah, serta penginternasionalan bahasa Indonesia.
Menurut Hafidz, literasi menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Tanpa kecakapan literasi, khususnya literasi dasar membaca dan menulis, upaya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, teknologi, wawasan, dan ilmu lainnya sulit untuk kita peroleh," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, bahasa Indonesia terus mendapat pengakuan di dunia internasional.
"Kita patut berbangga karena bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di Sidang Umum UNESCO dan saat ini bahasa Indonesia sudah diajarkan di 62 negara melalui program BIPA," kata Hafidz.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program Badan Bahasa.
"Saya menitipkan pesan kepada Bapak dan Ibu guru bagaimana menanamkan kebanggaan kepada peserta didik kita terhadap bahasa Indonesia, sastra Indonesia, juga bahasa daerah," ujarnya.
Kurniasih juga menyoroti pentingnya pemerataan guru bahasa Indonesia di sekolah, khususnya di Jakarta, agar penguatan literasi dapat dirasakan seluruh peserta didik.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak memahami pemanfaatan AI sebagai pendukung pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan produktif, dengan tetap menjunjung etika, integritas akademik, serta nilai-nilai agama.
Menutup kegiatan, Kurniasih menegaskan, kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter melalui literasi.(*)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar