KPRK MUI Dorong Penguatan Institusi Pendidikan Ramah Anak - Sonata | Moving for Education

Breaking

Post Top Ad


Post Top Ad

Kamis, 01 Oktober 2026

KPRK MUI Dorong Penguatan Institusi Pendidikan Ramah Anak

 

SONATA.id – Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI, Dr Siti Ma'rifah mengatakan, persoalan kekerasan di lembaga pendidikan masih menjadi perhatian bersama. 

 

Menurutnya, kasus kekerasan tidak hanya terjadi di wilayah pelosok, tetapi juga ditemukan di kota-kota besar, termasuk di lembaga pendidikan yang selama ini dinilai memiliki fasilitas dan lingkungan pendidikan yang baik.

 

“Baru-baru ini, yang sangat fenomenal, terjadi juga di sekolah atau lembaga pendidikan yang boleh dikatakan elite. Artinya, kekerasan di lembaga pendidikan ini juga terjadi, baik di pelosok maupun di kota besar,” ujar Siti Ma'rifah dalam Seminar Penguatan Institusi Pendidikan yang Ramah Anak, Rabu (30/9/2026).

 

Karena itu, KPRK mendorong adanya langkah bersama untuk mewujudkan institusi pendidikan yang benar-benar ramah anak.

 

Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh pihak sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

 

“Kita merumuskan langkah-langkah bersama karena untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak ini tentu tidak bisa hanya dari pihak sekolah. Kemudian juga orang tua, pemerintah, dan partisipasi masyarakat,” katanya.

 

Ia berharap hasil pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui aksi nyata, termasuk dalam pengembangan standar operasional prosedur (SOP) yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah.

 

Sekolah ramah anak diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencegahan kekerasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya karakter dan akhlakul karimah di lingkungan pendidikan.

 

Pihaknya berharap dari hasil pertemuan ini nanti juga ada tindak lanjut atau aksi di dalam pengembangan SOP yang diberlakukan di sekolah-sekolah, agar sekolah yang ramah anak ini menjadi hal yang wajib dilaksanakan. 

 

“Jadi, tidak hanya anti kekerasan, tetapi bagaimana budaya karakter, akhlakul karimah ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah,” tuturnya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad