SONATA.id – Kompleksitas masalah kependudukan di Indonesia mengharuskan diupayakannya ragam cara pengendalikan, salah satunya adalah dengan hadirnya Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
SSK adalah sekolah yang mengimplementasikan pendidikan kependudukan baik dalam program Intrakurikuler maupun Ekstrakurikuler. Dipilihnya sekolah, salah satu alasannya karena sekolah merupakan agen perubahan. Dengan sasaran siswa, diharapkan tumbuh pemahaman tentang kependudukan sejak dini.
SSK ini terkait dengan ‘Genre’ yaitu gerakan berencana dan PIK- R yaitu Pusat Informasi dan Konseling Remaja yang sudah digulirkan lebih dulu.
Pendidikan kependudukan sendiri merupakan upaya terencana dan sistematis dari dua atau lebih pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran tentang kondisi kependudukan serta keterkaitan timbal balik antara perkembangan kependudukan yaitu kelahiran, kematian, perpindahan serta kualitas penduduk.
Berbasis pengetahuan, kemudian pemahaman masalah kependudukan secara menyeluruh, maka diharapkan akan punya sikap dan perilaku yang mendukung keberhasilan kependudukan.
Secara khusus, tujuan SSK adalah memberikan wawasan, pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa tentang Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Keluarga, atau yang biasa disingkat dengan KKBPK.
Sementara secara umum, tujuannya adalah memberikan arah dan pedoman bagi penangungjawab dan pengelola pendidikan dalam menggarap KKBPK.
Manfaat dari Sekolah Siaga Kependudukan bagi murid, antara lainn terbentuknya pemahaman luas pada masalah kependudukan, kesehatan reproduksi, dan bahaya pernikahan dini. Selanjutnya, siswa juga diharapkan memiliki kepedulian sosial tinggi dan siap merencanakan masa depan.
Sedangkan bagi sekolah, program Siaga Kependudukan dapat membantu siswa dengan pemahaman hidup terencana. Untuk guru, secara otomatis melalui program ini, dapat meningkatkan pemahaman tenaga pendidik tentang dampak dan dinamika kependudukan.(*)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar