SONATA.id – Penggunaan gadget dan media digital secara berlebihan dapat memengaruhi perkembangan anak. Karena itu, peran aktif orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Psikolog Klinis, Nur Hafidzah, dalam Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS: Merajut Kehangatan di Era Digital yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis lalu.
Nur Hafidzah menjelaskan bahwa paparan media digital yang tidak terkendali dapat memengaruhi perkembangan fungsi otak anak, khususnya kemampuan untuk berkonsentrasi, berpikir kritis, dan mengelola emosi.
Menurutnya, anak yang terlalu sering memperoleh stimulasi instan dari konten digital berpotensi menjadi lebih impulsif dalam mengambil keputusan maupun merespons situasi sehari-hari.
Ia juga mengingatkan, tidak semua permainan digital sesuai untuk anak. Beberapa gim memiliki batas usia tertentu yang perlu menjadi perhatian orang tua sebelum mengizinkan anak mengaksesnya.
Nur Hafidzah menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan orang tua terhadap aktivitas digital anak. Orang tua perlu mengetahui jenis konten yang dikonsumsi anak serta terlibat dalam proses penggunaan media digital agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara lebih aman dan bertanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan penerapan aturan penggunaan gadget sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan antara orang tua dan anak.
"Anak akan lebih mudah menerima aturan ketika memiliki kedekatan emosional dengan orang tuanya," ujarnya.
Ia menjelaskan, komunikasi yang terbuka mengenai manfaat, risiko, serta konsekuensi penggunaan gadget perlu dibangun sejak dini. Dengan komunikasi yang baik, anak tidak hanya memahami aturan, tetapi juga alasan di balik aturan tersebut.
Ia juga menyarankan, keluarga membuat kesepakatan bersama mengenai durasi penggunaan gadget. Kesepakatan tersebut harus diterapkan secara konsisten, tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada orang tua sebagai bentuk keteladanan.
Menurutnya, pembatasan penggunaan gadget akan lebih efektif apabila disertai contoh nyata dari orang tua dalam mengelola penggunaan perangkat digital di rumah.
"Jangan menjadikan gadget sebagai pengganti peran orang tua," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan gentle parenting tetap memerlukan batasan dan ketegasan. Orang tua dapat menerapkan aturan secara hangat dan penuh empati, namun tetap konsisten agar anak memahami tanggung jawab serta konsekuensi dari setiap perilaku.
Ia menegaskan bahwa upaya membangun kebiasaan digital yang sehat tidak dapat dilakukan secara instan.
Konsistensi orang tua dalam mendampingi, memberikan teladan, serta menyediakan waktu berkualitas bagi anak menjadi fondasi utama agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan seimbang di era digital.(infopublik)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar