SONATA.id – Ramadhan tahun ini telah semakin dekat. Tepatnya tanggal 18 Februari, sebagian besar umat Islam di Indonesia akan menjalankan ibadah puasa dengan segala ritualnya.
Sebagai seorang muslim, tentunya banyak hal yang perlu dipersiapkan, agar ibadah sepanjang Ramadhan dapat berjalan maksimal sesuai tuntunan yang ada.
Begitu pentingnya persiapan menyambut Ramadhan, bahkan pada zaman Rasulullah, para sahabat bahkan mempersiapkan diri jauh hari menjelang Ramadhan datang.
“Dulu Sahabat Rasulullah berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu…” (HR At Thabrani).
Lantas, apa saja persiapan penting seorang muslim untuk memasuki Ramadhan dan menjalankan ibadah puasa itu?
Persiapan Ruhiyyah
Di antara amal yang dianjurkan adalah selalu menjaga niat agar tidak menyimpang. Betapa banyak amalan yang tampak sepele, namun menjadi besar pahalanya disebabkan niatnya yang benar.
Sebaliknya, begitu banyak amalan berpahala besar namun menjadi tidak bernilai disebabkan niatnya yang salah. Maka hendaknya setiap aktivitas baik kita diniatkan semata-mata hanya untuk mengharap ridha Allah swt, walaupun hanya sekedar menyingkirkan duri di jalan atau memberi minum hewan.
Persiapan ‘Amaliyyah
Maksudnya adalah hendaknya seorang muslim menyusun rencana apa saja target yang ingin dicapai selama bulan Ramadhan. Misalnya ingin khatam membaca 30 juz al-Qur'an, atau memberi makan 100 porsi kepada yatim piatu, berkunjung kepada saudara, tidak bolong salat tarawih, melunasi hutang orang yang kesulitan, dan sebagainya.
Target-target tersebut perlu disiapkan agar menjadi panduan dan motivasi kita selama berada di dalam bulan Ramadhan. Supaya Ramadhan tidak berlalu secara sia-sia.
Persiapan ‘Ilmiyyah
Maksudnya adalah hendaknya seorang muslim membekali dirinya dengan ilmu seputar Ramadhan dengan sebanyak mungkin. Baik itu ilmu sebelum, ketika, ataupun sesudah Ramadhan. Hendaknya muslim menguasai ilmu-ilmu tesebut.
Hal ini sebagai wujud bahwa kita betul-betul senang dan gembira menyambut Ramadhan dan tidak ingin melewatinya begitu saja. Agar setiap detik yang kita lewati menjadi lebih bermakna dan indah.
Contoh dari ilmu-ilmu tersebut adalah, apa saja yang dianjurkan dan dilarang selama sedang beribadah puasa, apa ibadah lanjutan setelah kita melewati bulan Ramadhan, dsb. Dengan ilmu yang mapan, kita akan semangat dan menikmati untuk menjalankan perintah Allah, dan semangat untuk menjauhi larangan Allah SWT.
Persiapan Maliyyah
Maksudnya adalah persiapan harta. Islam memiliki banyak sekali jenis ibadah yang menuntut kita untuk mengeluarkan harta. Misalnya adalah infaq, naik haji, atau ibadah zakat fitri yang khusus berada dalam bulan Ramadhan. Jika kita tidak memiliki harta, maka kita tidak akan bisa untuk beribadah tersebut.
Persiapan Jasadiyyah
Seorang muslim itu senantiasa menjaga kebugaran atau kesehatan tubuhnya. Di antara hal yang bisa kita lakukan adalah menjaga pola makan kita dengan baik, supaya makan dengan teratur dan sehat.
Inilah setidaknya lima persiapan yang dapat kita lakukan sejak sekarang. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik. Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang didoakan malaikat Jibril dan diaminkan Nabi saw, yaitu golongan orang yang rugi, ketika ia menjumpai Ramadhan, tapi tidak diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Na’uzubillah min zalik. (*)
Penulis: Nova Indra









Tidak ada komentar:
Posting Komentar