Serba-Serbi KBBI, 210 Ribu Entri Baru Hingga Awal 2026 - Sonata | Moving for Education

Breaking

Post Top Ad


Post Top Ad


Rabu, 28 Januari 2026

Serba-Serbi KBBI, 210 Ribu Entri Baru Hingga Awal 2026


SONATA
.id
– Kemendikdasmen terus memperkuat sinergi bersama media massa dengan menggelar Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) tahun 2026.

 

Kegiatan itu menjadi ruang dialog terbuka untuk membangun komunikasi serta kerja sama strategis, dalam rangka mendukung penyebarluasan informasi program prioritas Kemendikdasmen tahun 2026.

 

Forum silaturahmi tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin, dengan memberikan apresiasi terhadap peran media massa sebagai mitra strategis untuk mendukung keterbukaan informasi publik, sosialisasi program prioritas, dan capaian Kemendikdasmen secara optimal.

 

Sebagai salah satu dari pilar Catur Pusat Pendidikan, Hafidz menilai media massa memiliki peran penting dalam upaya pemajuan pendidikan nasional dan perwujudan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

 

“Dalam forum ini kita akan membahas dua isu utama, yakni komitmen Kemendikdasmen dalam bidang kebahasaan dan kesastraan, melalui pengelolaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serta informasi seputar pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP. Sejatinya pengelolaan KBBI disusun melalui melalui kerja-kerja ilmiah, profesional, cermat, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari langkah besar menuju internasionalisasi Bahasa Indonesia di tahun 2045,” ungkap Hafidz Muksin, beberapa hari lalu.

 

Mengawali sesi pertama forum silaturahmi, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, memaparkan tentang serba-serbi KBBI.

 

Secara lugas Dora mengatakan, KBBI terus berkembang mengikuti dinamika perubahan zaman dan sosial masyarakat.

 

“Sampai dengan Januari 2026, KBBI mengalami lonjakan signifikan dengan mencatat lebih dari 210 ribu entri dan memiliki lebih dari 325 ribu pengguna pendaftar KBBI daring. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan tren positif pada aplikasi KBBI yang telah lebih dari 5 juta kali diunduh di Playstore dan lebih dari 297 ribu di Appstore,” papar Dora.

 

Dora menambahkan, kiprah panjang KBBI telah dimulai sejak penyusunan edisi pertama tahun 1974 s.d.1983 dengan nama Kamus Bahasa Indonesia.

 

Sampai dengan tahun 2026, Dora menjelaskan, KBBI telah memiliki enam terbitan yang terakhir dirilis pada Oktober tahun 2025.

 

“Edisi kelima KBBI yang terbit tahun 2016 menjadi momentum penting awal pengelolaan KBBI secara digital. Lebih dari itu, KBBI juga telah dikembangkan untuk kebutuhan inklusivitas kepada masyarakat penyandang disabilitas dalam bentuk KBBI braille dan audio,” ujarnya.(SP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad